THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Wednesday, April 14, 2010 Sungai dalam laut ~SUBHANALLAH~

“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S Al Furqan:53)





Tempat ini adalah di bawah laut di Cenote Angelita, Mexico(ada jg y mgatakan di bawah gua di bawah laut berkenaan). Di mana jika anda menyelam lebih dari 30meter airnya masih air tawar tapi jika lebih dari 60 meter maka airnya bertukar menjadi masin. Pada kedalaman ini anda dapat melihat “sungai” tersebut siap dengan pokok dan dahannya sekali.


“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S Al Furqan:53)

Sesetengah pengkaji mengatakan, itu bukanlah sungai biasa, itu adalah lapisan hidrogen sulfida, nampak seperti sungai… luar biasa bukan? Lihatlah betapa hebatnya ciptaan Allah SWT.

Di lokasi Sungai di dalam laut itu juga terdapat sebuah gua. Pada bahagian gua tersebut Anatoly Beloshchin seorang penyelam yang juga berhasil mengambil gambar disekitar gua menemukan sungai yang lengkap dengan dedaunan yang mengapung di kolam air dibawah laut itu.

Sungai di dalam laut ini memang terlihat berbeza dengan sungai pada umumnya di daratan, namun suasananya mirip sekali dengan sungai yang lengkap dengan lapisan seperti air yang berwarna kecoklatan.

Adapun warna coklat yang terlihat dalam air tersebut merupakan lapisan dari bawah gas hidrogen sulfida. Gas ini biasanya dihasilkan dari saluran pembuangan kotoran.

Team penyelam yang ikut bersama Anatoly Beloshchin menemukan fenomena alam yang unik ini yang sungguh menakjubkan untuk dipandang.

"Di kedalaman 60 meter saya menemukan kembali air laut. Saya melihat sebuah sungai, pulau, lengkap dengan daun yang berguguran. Tapi sungai yang kami lihat adalah lapisan dari gas hidrogen sulfida," kata Anatoly.


Kisah penemu pertama fenomena ini yang memeluk Islam.

Jika Anda termasuk orang yang gemar menonton acara TV `Discovery Chanel’ pasti kenal Mr. Jacques Yves Costeau, dia seorang ahli Oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Perancis. Orang tua yang berambut putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke berbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat film dokumenter tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton oleh seluruh dunia.

Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba Captain Jacques Yves Costeau menemui beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya karena tidak bercampur/tidak melebur dengan air laut yang masin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya.

Fenomena ganjil itu membuat Mr. Costeau bingung dan mendorongnya untuk mencari tahu penyebab terpisahnya air tawar dari air masin di tengah-tengah lautan. Dia mulai terfikir, jangan-jangan itu hanya halusinansi atau khalayan sewaktu menyelam. Waktu pun terus berlalu setelah kejadian tersebut, namun dia tidaj juga mendapatkan jawapan yang memuaskan tentang fenomena ganjil tersebut.


Sampai pada suatu hari dia bertemu dengan seorang profesor muslim, kemudian dia pun menceritakan fenomena ganjil itu. Profesor itu teringat pada ayat Al Quran tentang bertemunya dua lautan (surat Ar-Rahman ayat 19-20) yang sering diidentikkan dengan Terusan Suez.

Ayat itu bermaksud:

“Dia membiarkan dua lautan mengalir yang (kemudian) keduanya bertemu, Di antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing.”

Kemudian dibacakan surat Al Furqan ayat 53:

“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar dan segar dan yang lain sangat masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang tidak tembus.”


Selain itu, dalam beberapa kitab tafsir, ayat tentang bertemunya dua lautan tapi tak bercampur airnya diartikan sebagai lokasi muara sungai, di mana terjadi pertemuan antara air tawar dari sungai dan air asin dari laut. Namun tafsir itu tidak menjelaskan ayat berikutnya dari surat Ar-Rahman ayat 22 yang bermaksud:

“Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.”

Padahal di muara sungai tidak ditemukan mutiara.


Terpesonalah Mr. Costeau mendengar ayat-ayat Al Qur’an itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam. Al Qur’an ini mustahil disusun oleh Muhammad yang hidup di abad ke tujuh, suatu zaman saat belum ada peralatan selam yang canggih untuk mencapai lokasi yang jauh terpencil di kedalaman samudera.

Benar-benar suatu mukjizat, berita tentang fenomena ganjil 14 abad yang silam akhirnya terbukti pada abad 20. Mr. Costeau pun berkata bahwa Al Qur’an memang sesungguhnya kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh kandungannya mutlak benar. Dengan seketika dia pun memeluk Islam.

Subhanallah… Mr. Costeau mendapat hidayah melalui fenomena teknologi kelautan. Maha Benar Allah yang Maha Agung.
Shadaqallahu Al `Azhim.

Rasulullah s.a.w. bersabda:

“Sesungguhnya hati manusia akan berkarat sebagaimana besi yang dikaratkan oleh air.” Bila seorang bertanya, “Apakah caranya untuk menjadikan hati-hati ini bersih kembali?” Rasulullah s.a.w. bersabda, “Selalulah ingat mati dan membaca Al Quran.”

Wallahu a’lam.